Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Membuat Copywriting yang Menjual untuk Produk UMKM

Cara Membuat Copywriting yang Menjual untuk Produk UMKM

Cara membuat copywriting yang menjual untuk produk UMKM
adalah kunci utama agar dagangan Sahabat UMKM tidak sekadar numpang lewat di beranda media sosial orang lain, melainkan berhenti, dibaca, dan akhirnya dibeli. Bayangkan begini: Sahabat UMKM punya produk sambal bawang yang rasanya juara dunia, pedasnya nendang, gurihnya pas. Tapi, saat diposting di Instagram atau Facebook, caption-nya cuma bertuliskan: "Jual sambal bawang. Minat DM."

Hasilnya? Sepi. Krik krik krik.

Sakit rasanya melihat produk bagus tapi diabaikan. Masalahnya bukan pada produknya, tapi pada cara kita mengomunikasikannya. Di sinilah teknik menulis iklan atau copywriting berperan vital. Ini bukan sekadar merangkai kata-kata manis, tapi soal psikologi. Soal bagaimana "menampar" kesadaran pembaca bahwa mereka butuh produk Sahabat UMKM sekarang juga.

Masalah Klasik: Kenapa Postingan Sepi Orderan?

Saya sering sekali melihat pelaku UMKM yang sudah lelah produksi, foto produknya sudah effort banget sampai manjat kursi buat dapat angle bagus, eh pas giliran nulis status jualan, energinya habis. Asal-asalan. Padahal, teks itulah "salesman bisu" kita.

Pernahkah Sahabat UMKM merasa bingung harus nulis apa? Atau merasa tulisan sudah panjang lebar, tapi kok nggak ada yang nge-like, apalagi beli? Tenang, tarik napas dulu. Anda tidak sendirian. Hampir semua pebisnis pemula mengalami fase stuck ini.

Biasanya, kegagalan dalam cara menulis copywriting untuk UMKM disebabkan karena kita terlalu fokus pada diri sendiri. Kita sibuk bilang "Produk saya enak", "Bahan saya premium", "Proses saya higienis". Pembaca itu egois (maaf ya, tapi ini fakta). Mereka tidak peduli seberapa hebat produk Anda, mereka cuma peduli: "Apa untungnya buat saya?"

Apa Itu Copywriting UMKM Sebenarnya?

Secara sederhana, copywriting adalah seni menulis untuk membujuk orang melakukan tindakan tertentu. Tindakan ini bisa berupa klik link, menyimpan postingan, atau langsung transfer uang.

Bagi bisnis skala raksasa, copywriting mungkin soal branding yang "wah" dan artistik. Tapi bagi kita, pelaku UMKM, copywriting itu harus straight to the point alias menghasilkan penjualan. Kita butuh cashflow, bukan cuma tepuk tangan.

Jadi, teknik copywriting yang menarik adalah yang mampu mengubah pembaca yang tadinya "dingin" (tidak kenal/tidak butuh), menjadi "hangat" (penasaran), dan akhirnya "panas" (siap beli). Ini jembatan antara dompet pelanggan dan rekening Sahabat UMKM.

Kesalahan Fatal UMKM Saat Menulis Caption

Sebelum kita masuk ke "daging" materinya, mari kita bedah dulu "penyakit" yang sering menjangkiti copywriting produk makanan atau produk UMKM lainnya. Hindari ini kalau nggak mau boncos!

1. Terlalu Kaku Seperti Robot

"Kami menjual keripik singkong. Terbuat dari singkong pilihan. Harga 10 ribu. Silakan dipesan."

Duh, bacanya saja ngantuk. Ha ha ha. Jangan menulis seperti buku manual kulkas. Gunakan bahasa manusia. Masukkan emosi, humor, atau sapaan akrab.

2. Fitur vs Manfaat (Feature vs Benefit)

Ini kesalahan paling umum. Fitur itu spesifikasi teknis, Manfaat itu apa yang dirasakan konsumen.

  • Fitur: Powerbank ini kapasitasnya 20.000 mAh.
  • Manfaat: Bisa ngecas HP kamu 5 kali seharian, nggak perlu panik mati gaya pas lagi traveling atau main game.

Lihat bedanya? Manfaat menyentuh emosi. Fitur cuma data.

3. Wall of Text (Tembok Teks)

Menulis paragraf sepanjang gerbong kereta tanpa spasi antar paragraf. Mata pembaca akan lelah duluan sebelum membaca kalimat pertama. Gunakan enter/spasi. Buat kalimat pendek-pendek.

Rumus Copywriting Sakti: AIDA dan PAS

Kalau Sahabat UMKM bingung mau mulai nulis dari mana, jangan ngarang bebas. Gunakan rumus yang sudah teruji puluhan tahun oleh para copywriter kelas dunia. Ada dua rumus paling ampuh untuk copywriting bisnis kecil: AIDA dan PAS.

Rumus 1: AIDA (Attention, Interest, Desire, Action)

Ini adalah kerangka kerja klasik tapi sangat efektif.

A - Attention (Perhatian)

Tangkap perhatian di 3 detik pertama. Gunakan judul atau kalimat pembuka yang "menampar" atau bikin kepo.

Contoh Buruk: Jual obat diet.

Contoh AIDA: "Masih berjuang nurunin berat badan padahal udah jarang makan nasi?"

I - Interest (Ketertarikan)

Buat mereka tertarik dengan menyajikan fakta masalah atau empati.

Contoh: "Saya tahu rasanya. Sudah olahraga, kurangi makan, tapi angka di timbangan kok anteng-anteng saja ya? Frustasi banget rasanya mau pakai baju kesayangan tapi nggak muat."

D - Desire (Hasrat)

Tawarkan solusi (produk Anda) sebagai jalan keluar yang diimpikan. Fokus ke manfaat.

Contoh: "Bayangkan kalau Sahabat UMKM bisa turun 2-3 kg dalam seminggu tanpa harus tersiksa lapar. Sari Lemon Murni kami bekerja mendetoks tubuh secara alami, membakar lemak saat kamu tidur."

A - Action (Tindakan)

Suruh mereka ngapain. Harus jelas.

Contoh: "Promo Beli 1 Gratis 1 cuma buat 10 orang tercepat hari ini. Klik link di bio sekarang sebelum kehabisan!"

Rumus 2: PAS (Problem, Agitate, Solution)

Rumus ini lebih agresif memainkan emosi. Cocok untuk produk yang menyelesaikan masalah spesifik.

  • Problem: Sebutkan masalahnya. (Cth: Susah tidur/Insomnia)
  • Agitate (Gali Lukanya): Bikin masalah itu terasa makin menyakitkan. (Cth: Akibatnya, bangun pagi badan pegal, kerja nggak fokus, emosi jadi labil, muka kelihatan tua.)
  • Solution: Datang sebagai pahlawan. (Cth: Madu Deep Sleep, cukup satu sendok, tidur nyenyak kayak bayi.)

Strategi Storytelling: Jualan Tanpa Terasa Jualan

Orang benci dijualin, tapi orang suka diceritain. Inilah inti dari strategi pemasaran UMKM modern.

Jangan melulu posting foto katalog. Sekali-kali, ceritakan proses di balik layar. Ceritakan kegagalan Anda saat mencoba resep. Ceritakan pelanggan yang tadinya ragu lalu jadi langganan setia.

Saya pernah melihat penjual sambal rumahan yang omzetnya meledak bukan karena bilang "sambal saya enak", tapi karena dia menceritakan perjuangannya bangun jam 3 pagi, memilih cabai satu per satu di pasar becek demi kualitas terbaik buat pelanggan. Cerita itu membangun kepercayaan. Kepercayaan melahirkan transaksi.

Tips Praktis Membuat Headline yang Menggigit

Judul atau kalimat pertama adalah penentu. Kalau ini gagal, sisa 1000 kata di bawahnya tidak akan dibaca. Berikut pola cara membuat kalimat promosi untuk headline yang bisa ditiru:

  • Pola "Cara...": Cara Makan Enak Tanpa Takut Kolesterol Naik.
  • Pola Angka: 7 Kesalahan yang Bikin Wajah Cepat Keriput (Nomor 5 Sering Dilakukan!).
  • Pola Pertanyaan: Sering Merasa Lelah Padahal Baru Bangun Tidur?
  • Pola Rahasia: Rahasia Dapur Restoran Padang yang Bikin Rendangnya Empuk.

Cara Membuat CTA yang Tidak Basi

CTA atau Call to Action adalah penutup wajib. Jangan biarkan pembaca menggantung. Tapi tolong, kurangi kata "Minat PM". Itu membosankan dan pasif.

Gunakan variasi ini:

  • Scarcity (Kelangkaan): "Stok sisa 3 pcs. Siapa cepat dia dapat."
  • Benefit-driven: "Mau kulit glowing minggu depan? Pesan sekarang di sini."
  • Low Commitment: "Tanya-tanya dulu boleh banget, klik tombol WhatsApp ya!"

Template Copywriting Siap Pakai untuk Pemula

Biar Sahabat UMKM makin mudah, silakan copy-paste dan modifikasi template contoh copywriting jualan online di bawah ini:

Contoh untuk Kuliner (Soft Selling)

"Jujur, awalnya saya ragu jualan menu ini. Takut nggak cocok di lidah.

Tapi setelah test food ke tetangga dan keluarga, ternyata piringnya sampai bersih licin! Ha ha ha.

Perkenalkan, [Nama Produk]. Perpaduan [Bahan A] dan [Bahan B] yang bikin lidah nggak mau berhenti ngunyah. Gurihnya pas, nggak bikin serik di tenggorokan.

Buat yang penasaran, hari ini kita open PO cuma 20 porsi ya. Biar kualitas tetap terjaga.

👉 Amankan jatahmu di sini: [Link WA]"

Contoh untuk Fashion (Hard Selling - Urgency)

"DIBUANG SAYANG, DISKON 50% KHUSUS HARI INI! 😱

Sahabat UMKM mau tampil kece pas kondangan tapi budget mepet? Tenang, [Nama Brand] lagi cuci gudang.

Gamis premium bahan ceruti babydoll ini biasanya 250rb, hari ini CUMA 125rb aja!

✅ Busui Friendly
✅ Nggak nerawang
✅ Adem dipakai seharian

Tapi maaf, motif bunga ini sisa 5 pcs aja. Kalau telat, nyeselnya sampai kebawa mimpi lho.

Mau? Ketik 'MAU PROMO' di kolom komentar atau klik link di bio!"

Contoh Studi Kasus Nyata

Mari kita lihat contoh sederhana. Ada penjual donat kentang. Awalnya dia menulis:

"Jual donat kentang. Empuk dan enak. Harga 3000/pcs. Lokasi Jakarta."

Respon: Biasa saja.

Lalu dia mengubah copywriting-nya dengan menyasar "pain point" ibu-ibu yang anaknya susah makan:

"Pusing anak GTM (Gerakan Tutup Mulut) dan susah sarapan? Bunda nggak perlu perang dunia lagi tiap pagi. Coba kasih Donat Kentang Susu ini. Teksturnya super lembut, nggak bikin seret, dan manisnya alami—anak-anak pasti lahap! Sudah terjual 500 pcs minggu ini ke Bunda-bunda cerdas di Jakarta. Yuk, bikin pagi hari Bunda lebih damai. Pesan buat besok pagi di sini [Link]."

Respon: Orderan naik 3x lipat. Kenapa? Karena dia tidak jualan donat, dia jualan "solusi anak susah makan" dan "pagi hari yang damai".

Penutup

Menulis itu seperti otot. Semakin sering dilatih, semakin kuat dan luwes. Jangan takut salah. Coba posting dengan gaya A, besok gaya B, lalu lihat mana yang interaksinya paling tinggi.

Ingat, tidak ada produk yang tidak laku, yang ada adalah produk yang belum menemukan kalimat penawaran yang tepat. Mulailah mempraktikkan cara membuat copywriting yang menjual untuk produk UMKM ini sekarang juga. Jangan tunda besok. Ambil HP Anda, foto produknya, tulis caption menggunakan rumus di atas, dan bersiaplah menyambut notifikasi transferan yang masuk!

Posting Komentar untuk "Cara Membuat Copywriting yang Menjual untuk Produk UMKM"