Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara UMKM Meningkatkan Penjualan di Marketplace

Cara UMKM Meningkatkan Penjualan di Marketplace

Cara UMKM meningkatkan penjualan di marketplace
seringkali dianggap sebagai misteri besar bagi para pelapak yang baru terjun ke dunia digital. Bayangkan Pak Joko, seorang pengrajin sepatu kulit yang karyanya luar biasa halus, namun saat diunggah ke marketplace, notifikasi pesanan di ponselnya sunyi senyap seperti kuburan, padahal ia sudah banting harga sampai berdarah-darah. Cerita Pak Joko ini mungkin terdengar akrab di telinga Sahabat UMKM, bukan? Rasanya ingin menjerit, "Salahku di mana?" Tenang, tarik napas dalam-dalam. Artikel ini tidak akan menceramahi Sahabat UMKM dengan teori kaku, melainkan kita akan membedah strategi "jalanan" yang terbukti ampuh sebagai pondasi utama cara UMKM meningkatkan penjualan di marketplace.

Mengapa Toko Sebelah Lebih Laris Padahal Barangnya Sama?

Pernahkah Sahabat UMKM merasa kesal melihat kompetitor yang fotonya buram, deskripsinya asal-asalan, tapi terjual ribuan pcs? Itu bikin kepo setengah mati, kan? Ha ha ha.

Masalah Klasik: "Hantu" di Toko Online

Banyak dari kita berpikir bahwa marketplace itu seperti pasar kaget: gelar lapak, lalu pembeli akan datang mengerubuti. Salah besar. Marketplace itu ibarat hutan belantara. Tanpa peta (strategi) dan kompas (data), toko Sahabat UMKM hanya akan menjadi "toko hantu". Ada barangnya, tapi tidak ada yang melihat.

Memahami Algoritma vs. Emosi Pembeli

Mesin marketplace memang bekerja dengan algoritma, tapi yang memegang dompet adalah manusia. Manusia itu makhluk emosional yang sering kali membeli bukan karena butuh, tapi karena "ingin" atau "takut kehabisan". Kuncinya ada di sini: puaskan algoritma agar produk muncul di pencarian, lalu sentuh hati manusia agar mereka menekan tombol "Beli Sekarang".

Bedah Tampilan Toko: Visual adalah Raja, Deskripsi adalah Ratu

Ibarat Sahabat UMKM sedang mencari jodoh lewat aplikasi kencan, foto profil adalah hal pertama yang dilihat. Begitu juga dengan jualan online. Produk bagus kalau fotonya gelap, ya wassalam.

Foto Produk yang "Berbicara"

Jangan hanya memotret produk di lantai keramik. Itu membosankan! Foto harus bisa memicu kelenjar air liur (kalau makanan) atau imajinasi gaya hidup (kalau fashion).

Teknik Pencahayaan Sederhana Modal Jendela

Tidak perlu kamera DSLR mahal. Gunakan cahaya matahari pagi dari jendela. Letakkan produk di atas kertas karton putih atau meja kayu estetik. Cahaya alami membuat warna produk terlihat jujur dan tajam.

Menampilkan Skala dan Penggunaan Asli

Jika Sahabat UMKM menjual tas, jangan cuma foto tasnya saja. Foto juga saat tas itu dipakai model (bisa teman atau saudara). Ini membantu pembeli membayangkan, "Oh, kalau aku pakai, besarnya segini ternyata."

Judul Produk yang Mengundang Klik (SEO Marketplace)

Rumus judul yang disukai mesin pencari itu sederhana tapi sering dilupakan:

Jenis Produk + Merek + Fitur Utama/Keunggulan + Warna/Ukuran

Contoh salah: Sepatu Kulit Murah.
Contoh benar: Sepatu Pantofel Pria Kulit Asli Anti Slip Warna Hitam Ukuran 40-44 untuk Kerja Kantor.

Deskripsi yang Menyentuh "Urat" Masalah

Jangan menulis deskripsi seperti robot. "Bahan katun, ukuran L, ready stok." Duh, kaku banget! Gunakan bahasa yang seolah-olah Sahabat UMKM sedang mengobrol dengan teman.

Formula Copywriting AIDA untuk Deskripsi

  • Attention: Judul yang memikat.
  • Interest: Jelaskan masalah yang dialami pembeli (misal: sering lecet pakai sepatu baru?).
  • Desire: Tawarkan solusi lewat produk Sahabat UMKM (sol empuk, garansi tukar size).
  • Action: Ajakan bertindak (Checkout sekarang sebelum kehabisan promo!).

Strategi Harga dan Promosi Tanpa Membunuh Profit

Salah satu poin krusial dalam cara UMKM meningkatkan penjualan di marketplace adalah penetapan harga. Jangan terjebak perang harga. Itu jalan pintas menuju kebangkrutan.

Seni Coret Harga dan Diskon Psikologis

Otak manusia suka merasa "menang". Harga Rp99.000 terasa jauh lebih murah daripada Rp100.000, padahal bedanya cuma seribu perak untuk beli permen pun tak cukup. Gunakan fitur "Harga Coret". Naikkan sedikit harga dasar, lalu berikan diskon seolah-olah harganya turun drastis.

Fitur Gratis Ongkir: Candu bagi Pembeli Indonesia

Ini fakta pahit tapi nyata: pembeli lebih rela membayar harga barang Rp150.000 dengan gratis ongkir, daripada harga barang Rp130.000 tapi ongkirnya Rp20.000. Pastikan Sahabat UMKM mendaftar program gratis ongkir di marketplace pilihan, meskipun potongannya lumayan pedas bagi penjual. Anggap itu biaya marketing.

Bundling Produk: Cara Cerdas Habiskan Stok Lama

Punya stok barang yang "hidup segan mati tak mau"? Gabungkan dengan produk terlaris! Buat paket bundling. Misal: Beli Keripik Pisang (Best Seller) + Keripik Singkong (Stok Lama) dengan harga hemat. Pembeli senang dapat paket hemat, gudang Sahabat UMKM pun jadi lega.

Pelayanan Bintang Lima: Kunci Retensi Pelanggan

Toko fisik boleh tutup jam 5 sore, tapi toko online itu buka 24 jam. Pelayanan buruk bisa viral dalam hitungan detik.

Kecepatan Balas Chat Menentukan Konversi

Jika ada chat masuk: "Kak, barang ready?" dan Sahabat UMKM baru balas 5 jam kemudian, lupakan saja. Pembeli itu sudah check out di toko sebelah. Usahakan balas di bawah 5 menit. Gunakan fitur Auto-Reply untuk menyapa di awal, tapi tetap lanjutkan dengan balasan manual yang hangat.

Mengubah Komplain Menjadi Loyalitas

Dapat bintang 1 itu rasanya seperti ditusuk dari belakang, sakitnya di sini! Ha ha ha. Tapi jangan emosi. Balaslah dengan kepala dingin.

Contoh Balasan Chat yang Empatik

"Mohon maaf sekali Kak atas ketidaknyamanannya. Kami sangat menyesal barang yang diterima kurang sesuai. Boleh tolong kirimkan foto/video via chat? Kami siap tanggung jawab ganti baru/refund. Kepuasan Kakak adalah prioritas kami."

Jawaban seperti ini seringkali membuat pembeli luluh, bahkan mengubah rating mereka menjadi bintang 5 karena merasa dihargai.

Memanfaatkan Fitur Iklan dan Lalu Lintas Eksternal

Menunggu bola itu membosankan, mari jemput bola!

Jangan Takut Iklan, Asal Tahu Caranya

Marketplace menyediakan fitur iklan kata kunci. Mulailah dengan anggaran kecil, misal Rp25.000 per hari. Pilih kata kunci yang spesifik (long-tail keyword). Jangan membakar uang untuk kata kunci umum seperti "Baju" (pesaingnya raksasa semua!), tapi gunakan "Kemeja Flanel Pria Kotak-kotak Merah".

Menarik Massa dari Media Sosial (TikTok & IG)

Buat konten video pendek yang menunjukkan proses pembuatan atau packing barang. Orang suka melihat "dapur" bisnis orang lain. Sertakan link toko di bio. Ingat, media sosial adalah corong untuk menarik orang masuk ke toko marketplace Sahabat UMKM.

Evaluasi dan Konsistensi: Napas Panjang Bisnis

Bisnis itu lari maraton, bukan lari sprint. Kadang naik, kadang turun.

Membaca Data Statistik Toko

Setiap marketplace punya fitur "Bisnis Saya" atau "Wawasan Toko". Sempatkan waktu seminggu sekali untuk mengecek:

  • Produk mana yang paling banyak dilihat tapi sedikit dibeli? (Mungkin harga kemahalan atau deskripsi kurang jelas).
  • Jam berapa pengunjung paling ramai? (Posting feed atau broadcast chat di jam tersebut).

Menjalankan bisnis online memang butuh mental baja. Akan ada hari di mana notifikasi sepi, tapi akan ada hari di mana Sahabat UMKM kewalahan membalas chat. Kuncinya adalah terus belajar dan beradaptasi. Jangan ragu untuk mencoba fitur baru yang ditawarkan marketplace.

Semoga panduan ini mencerahkan jalan Sahabat UMKM. Ingat, Roma tidak dibangun dalam sehari, dan toko Star Seller tidak dibangun dalam semalam. Konsistensi, doa, dan penerapan strategi yang tepat adalah kombinasi maut untuk sukses. Terapkan poin-poin di atas satu per satu, dan lihat perubahannya. Selamat berjuang, semoga laris manis tanjung kimpul! Karena pada akhirnya, praktik nyata dan keberanian mencoba adalah cara UMKM meningkatkan penjualan di marketplace.

Posting Komentar untuk "Cara UMKM Meningkatkan Penjualan di Marketplace"