Langkah Agar Produk UMKM Mudah Ditemukan di Shopee & Tokopedia
Langkah Agar Produk UMKM Mudah Ditemukan di Shopee & Tokopedia adalah kunci emas bagi pelapak yang ingin banjir orderan, bukan cuma jadi penonton kesuksesan orang lain dalam menerapkan Langkah Agar Produk UMKM Mudah Ditemukan di Shopee & Tokopedia. Jujur saja, Sahabat UMKM, rasanya pasti sesak dada kalau kita sudah stok barang banyak, foto sudah (menurut kita) bagus, tapi notifikasi HP sepi-sepi saja. Sunyi senyap kayak kuburan. Padahal, tetangga sebelah yang jualannya sama persis, paketnya menumpuk sampai kurir kewalahan. Kok bisa? Apa mereka pakai dukun? Haha, bukan. Mereka cuma paham celah algoritma yang sering kita abaikan.
Jangan sedih dulu. Artikel ini bukan kuliah teori yang membosankan. Kita akan bedah tuntas, daging semua, tentang cara menyalip kompetitor raksasa dengan strategi cerdas.
Daftar Isi:
Mengapa Produk Anda "Gaib" di Pencarian Marketplace?
Pernah coba cari produk sendiri di kolom pencarian Shopee atau Tokopedia, tapi hasilnya nihil? Harus scroll sampai jari keriting baru ketemu di halaman 50. Nah, itu masalahnya. Pembeli itu malas. Jarang ada yang mau buka halaman kedua, apalagi halaman lima.
Memahami Cara Kerja Algoritma "Si Robot" Marketplace
Bayangkan Shopee dan Tokopedia itu seperti perpustakaan raksasa. Robot algoritmanya adalah pustakawan super sibuk. Tugas dia satu: menyodorkan buku (produk) yang paling relevan dengan apa yang diminta pengunjung.
Kalau data buku kita berantakan, si pustakawan bingung. Dia bakal lewati produk kita dan ambil punya orang lain yang labelnya lebih jelas. Sederhana kan? Tapi fatal akibatnya.
Studi Kasus: Toko Sepi vs Toko Ramai dengan Barang Sama
Ada dua toko jualan "Keripik Pisang".
Toko A (Sepi): Judul produknya "Keripik Pisang Enak Murah". Foto buram kena pantulan cahaya lampu.
Toko B (Ramai): Judulnya "Keripik Pisang Coklat Lumer 250gr - Keripik Kaca Renyah Oleh Oleh Khas Lampung". Fotonya terang, ada detail lelehan coklatnya.
Si Robot marketplace bakal mikir, "Oh, Toko B lebih lengkap informasinya. Ini pasti yang dicari pembeli." Toko A? Maaf, antre belakang dulu ya.
Riset Kata Kunci: Fondasi Utama Jualan Laris
Sebelum nulis judul, kita harus jadi detektif dulu. Jangan pakai istilah yang cuma dimengerti oleh kita sendiri. Pakailah bahasa pembeli. Ini bukan soal kita maunya apa, tapi mereka ngetiknya apa.
Mencuri Ide dari Kolom Pencarian (Search Bar Suggestion)
Cara paling gampang dan gratis? Buka aplikasi Shopee atau Tokopedia. Ketik satu kata, misalnya "Sepatu". Lihat apa yang muncul di bawahnya.
- Sepatu Pria
- Sepatu Wanita Sneakers
- Sepatu Sekolah Hitam
Nah, kata-kata yang muncul otomatis itulah yang disebut Winning Keywords. Itu adalah kata-kata yang paling sering diketik jutaan orang. Catat semuanya!
Trik Menggunakan Kata Kunci "Typo" dan Bahasa Lokal
Kadang, orang Indonesia itu unik. Ngetik sering salah atau pakai istilah daerah.
Contoh: Jualan "Daster".
Coba cek volume pencarian untuk kata "Baju Tidur Ibu", "Daster Adem", atau bahkan "Homewear".
Kadang menyelipkan kata typo yang volume pencariannya tinggi juga bisa jadi strategi ninja. Misal "Jilbab" dan "Jilbap". Tapi hati-hati, jangan berlebihan sampai terlihat aneh.
Bedah Anatomi Judul Produk yang Menjual
Sahabat UMKM, ini bagian paling krusial. Judul adalah pintu gerbang. Salah judul, pintu terkunci.
Rumus Sakti Penamaan Produk (Rumus SEO)
Jangan kreatif di judul. Jadilah deskriptif. Ikuti rumus baku ini agar robot marketplace sayang sama toko kita:
Kata Kunci Utama + Jenis/Kategori + Merek (Kalau ada) + Spesifikasi (Warna/Ukuran) + Manfaat/Kelebihan
Rumus ini memastikan semua variasi pencarian pembeli ter-cover dalam satu baris judul.
Contoh Perbandingan Judul Salah vs Benar
Mari kita bedah biar makin paham:
❌ Salah: "Celana Jeans Murah Banget Bagus"
Kenapa salah? "Murah banget" itu relatif. "Bagus" itu subjektif. Robot bingung ini celana buat siapa? Ukurannya apa?
✅ Benar: "Celana Jeans Pria Slim Fit Hitam Ukuran 27-38 - Celana Denim Panjang Cowok Melar (Stretch) Premium"
Lihat bedanya? Ada kata "Jeans", "Denim", "Pria", "Cowok", "Slim Fit", "Melar". Satu judul, menargetkan banyak kata kunci sekaligus. Mantap kan?
Optimasi Visual dan Deskripsi yang Menghipnotis
Orang belanja online itu beli gambar. Mereka nggak bisa pegang bahannya, nggak bisa cium baunya. Jadi, mata mereka adalah target utama kita.
Foto Produk: Jangan Cuma Jelas, Tapi Harus "Menggoda"
Kalau foto produkmu gelap, buram, atau background-nya kasur berantakan, lupakan soal closing. Hahaha, serius deh.
Gunakan pencahayaan alami matahari kalau nggak punya lampu studio. Pakai background polos (putih atau warna pastel) biar produk pop-up. Untuk produk makanan, pastikan fotonya bikin ngiler. Zoom in bagian teksturnya.
Copywriting Deskripsi: Fokus pada Manfaat, Bukan Spesifikasi Saja
Di deskripsi, jangan cuma tulis: "Bahan katun, ukuran L." Itu membosankan.
Gunakan teknik storytelling singkat.
"Bayangkan nyamannya pakai daster ini seharian di rumah. Bahannya katun rayon premium yang 'jatuh' dan dingin di kulit, nyerap keringat banget. Cocok buat Bunda yang sibuk wara-wiri urus rumah tapi tetap mau kelihatan cantik."
Sentuh emosinya. Buat mereka merasa butuh.
Strategi "Pancingan" Awal untuk Toko Baru
Masalah klasik toko baru: Nggak ada reputasi. Pembeli takut ditipu.
Pentingnya Penjualan Pertama dan Ulasan Bintang 5
Algoritma Shopee dan Tokopedia sangat memuja toko yang punya interaksi tinggi. Produk dengan 0 terjual akan susah naik ke permukaan.
Minta tolong kerabat, teman, atau saudara untuk beli (transaksi beneran ya, jangan fiktif yang melanggar aturan). Minta mereka kasih ulasan jujur, foto, dan video. Social proof atau bukti sosial ini ampuh banget buat meyakinkan pembeli asing nantinya.
Teknik "Giveaway" atau Diskon Gila untuk Traffic Awal
Rela rugi sedikit di awal demi traffic. Buat produk "termurah se-Indonesia" sebagai produk pancingan (Loss Leader). Misalnya, jual aksesoris kecil dengan harga modal.
Tujuannya? Biar orang masuk dulu ke toko kita. Kalau sudah masuk, kemungkinan mereka beli produk lain yang profitnya lebih besar itu tinggi. Ini strategi ranking Shopee yang sering dipakai pemain besar.
Memanfaatkan Fitur Iklan dan Promosi Tanpa Boncos
Sudah optimasi sana-sini tapi masih kurang nendang? Mungkin saatnya "bayar tol".
Fitur iklan di Shopee atau Tokopedia Ads itu powerful kalau kita tahu caranya. Jangan asal top up saldo lalu biarkan jalan otomatis. Itu namanya sedekah ke marketplace.
Pilih kata kunci spesifik (Long Tail Keyword) yang biayanya murah tapi niat belinya tinggi. Misalnya, daripada bid kata kunci "Tas" (mahal dan saingan berat), mending bid "Tas Ransel Laptop Wanita Anti Air". Yang nyari pasti butuh banget, dan saingannya lebih sedikit.
Siap Banjir Orderan?
Nah, Sahabat UMKM, sekarang bolanya ada di tangan kalian. Semua tips optimasi Tokopedia dan Shopee di atas nggak akan ngefek kalau cuma dibaca. Harus dipraktekkan!
Coba deh luangkan waktu 1 jam hari ini. Cek lagi judul produkmu, perbaiki fotonya, dan riset ulang kata kuncinya. Mungkin hasilnya nggak instan malam ini langsung meledak, tapi percayalah, algoritma itu adil bagi mereka yang rajin optimasi.
Ingat, jualan di marketplace itu maraton, bukan lari sprint. Konsistensi adalah koentji. Jangan lupa juga berdoa, karena rezeki sudah ada yang atur.
Ingin diskusi lebih lanjut? Tulis di kolom komentar ya, kendala apa yang paling sering kalian alami saat jualan. Siapa tahu kita bisa bedah bareng di artikel selanjutnya!
Jadi, tunggu apa lagi? Segera terapkan Langkah Agar Produk UMKM Mudah Ditemukan di Shopee & Tokopedia sekarang juga dan buktikan sendiri kenaikan omzetnya!

Posting Komentar untuk "Langkah Agar Produk UMKM Mudah Ditemukan di Shopee & Tokopedia"