Rincian Modal Usaha Coffee Shop 100 Juta
Membahas rincian modal usaha coffee shop 100 juta itu selalu seru sekaligus bikin deg-degan. Banyak yang bilang cukup, banyak yang bilang nanggung banget. Angka 100 juta itu ibarat pisau bermata dua di dunia bisnis F&B. Bisa jadi kafe keren skala mini yang profitabel, atau bisa juga ludes dalam sekejap mata kalau ente salah langkah dan alokasi. Serius. Cepat banget habisnya.
Jadi, pertanyaannya bukan 'cukup atau enggak', tapi 'dialokasikan ke mana aja duit segitu?' Itulah yang akan kita bedah tuntas di sini, biar elo nggak cuma bakar duit, ha ha ha. Kita akan preteli satu per satu, dari sewa tempat, beli mesin, sampai biaya operasional. Ini dia rincian modal usaha coffee shop 100 juta versi paling realistis, tanpa gula-gula.
Daftar Isi Artikel:
- Realistis Aja, Bro! Dapet Apa Aja Modal 100 Juta di 2025?
- Bongkar Tuntas Rincian Modal Usaha Coffee Shop 100 Juta (Alokasi Bujet)
- Cerita dari Dapur: "Warung Kopi Mas Bima" (Modal Pas-pasan, Otak Mapan)
- Pilihan Sulit: Bangun Sendiri dari Nol vs. Ambil Paket Franchise 100 Jutaan
- Tips Ngirit Biar Duit Nggak Boncos Sebelum Buka Pertama Kali
- Kapan Balik Modal? Ngitung Sederhana Estimasi BEP Coffee Shop
- Penutup: Jadi, 100 Juta Ini Cuma Angka, Eksekusi Elo Juaranya
Realistis Aja, Bro! Dapet Apa Aja Modal 100 Juta di 2025?
Oke, mari kita bicara fakta. Dengan modal 100 juta, ekspektasi kamu harus disetel ulang. Lupakan dulu mimpi punya coffee shop tiga lantai di jalan utama kota besar dengan interior Skandinavia mewah. Itu bukan ranah kita. Bukan sekarang.
Skala Usaha: Lupakan Cafe Mewah, Fokus di Mini Coffee Shop, Booth, atau "Grab & Go"
Duit segitu paling masuk akal dialokasikan untuk salah satu dari tiga konsep ini:
- Mini Coffee Shop (Kios): Ukuran 3x4 meter atau 4x5 meter. Cukup untuk 2-3 meja kecil dan area bar yang ringkas.
- Coffee Booth/Container: Model yang lagi ngetren. Ente bisa sewa lahan kecil di area parkir atau pujasera.
- Grab & Go: Fokus utama pada layanan takeaway dan ojek online. Tempat duduk mungkin cuma 1-2 bangku panjang.
Pilih salah satu. Jangan serakah. Fokus adalah kunci saat modal kita terbatas.
Pertarungan Terbesar: Biaya Sewa Lokasi vs. Biaya Renovasi Interior
Ini adalah perang saudara dalam alokasi bujet 100 juta. Ente hampir nggak mungkin dapat dua-duanya. Kalau ente dapat lokasi super strategis (pinggir jalan raya, dekat kampus), biasanya biaya sewanya akan memakan porsi besar (bisa 30-50 juta setahun). Sisa duit buat renovasi dan beli alat jadi tipis.
Sebaliknya, kalau ente pilih lokasi yang lebih "masuk gang" tapi sepi, biaya sewa mungkin murah (15-20 juta setahun). Ente jadi punya bujet lebih buat bikin interior yang super kece. Konsekuensinya? Biaya marketing ente harus lebih kuat buat "mengundang" orang datang.
Membedah Konsep: Mau Fokus di Kopi Susu Gula Aren atau Manual Brew Specialty?
Konsep bisnis akan menentukan alat apa yang ente beli. Ini penting.
- Fokus Kopi Susu Kekinian: Wajib punya mesin espresso. Ini adalah jantungnya. Target pasar general, perputaran cepat.
- Fokus Manual Brew (Specialty): Nggak perlu mesin espresso mahal. Modalnya di V60, Aeropress, French Press, dan biji kopi single origin yang beragam. Target pasar lebih niche, tapi loyal.
Dengan modal 100 juta, ente harus memilih salah satu untuk jadi "jagoan". Mau jadi dua-duanya? Bisa, tapi berat di awal.
Bongkar Tuntas Rincian Modal Usaha Coffee Shop 100 Juta (Alokasi Bujet)
Ini dia bagian intinya. Anggap kita punya 100 juta PAS. Jangan disentuh dulu. Kita akan bagi jadi empat "amplop" utama. Ingat, angka ini adalah estimasi kasar berdasarkan riset harga 2024-2025. Harga di tiap kota bisa beda-beda.
Alokasi #1: Biaya Aset "Perang" (Peralatan Kopi)
Ini adalah senjata utama ente. Kualitas minuman bergantung besar dari sini. Bujet ideal: Rp 25.000.000 - Rp 35.000.000.
Opsi A: Paket Mesin Espresso Pemula (Kisaran 20-30 Juta)
Kalau kamu mau main di kopi susu, ini wajib. Jangan beli mesin espresso rumahan (harga 2-5 jutaan) untuk komersial. Nggak akan tahan banting. Cari mesin single group komersial pemula.
- Mesin Espresso (Contoh: Breville Dual Boiler, Nuova Simonelli Oscar II, atau brand lain di kelas 15-25 juta)
- Grinder Espresso (Wajib! Contoh: Latina N600 atau Feima, atau yang lebih baik jika bujet ada, di kisaran 3-7 juta)
Opsi B: Fokus Manual Brew (Budget di bawah 10 Juta)
Kalau ente ambil jalur ini, bujet peralatan bisa ditekan gila-gilaan. Sisa duitnya bisa dialihkan ke renovasi atau sewa tempat.
- Grinder Manual Brew (Contoh: Timemore C2/C3, Comandante, atau grinder elektrik khusus filter)
- Alat seduh (V60, Aeropress, French Press, Vietnam Drip)
- Kettle leher angsa (Wajib ada kontrol suhu)
- Timbangan digital (Wajib!)
Tabel Estimasi Biaya Grinder, Timbangan, V60, dan Alat Pendukung
Selain mesin utama, ente butuh perintilan ini. Ini sering banget dilupakan pemula dan bikin bujet bengkak.
| Item Peralatan Pendukung | Estimasi Biaya (Rupiah) | Catatan |
|---|---|---|
| Timbangan Digital Kopi (Scale) | Rp 200.000 - Rp 700.000 | Wajib ada timer, minimal 2 unit. |
| Kettle Leher Angsa (Gooseneck) | Rp 300.000 - Rp 1.500.000 | Yang elektrik lebih praktis. |
| Manual Brew Set (V60, Aeropress, dll) | Rp 1.000.000 - Rp 2.500.000 | Beli paket biasanya lebih murah. |
| Kulkas / Chiller (1-2 Pintu) | Rp 2.500.000 - Rp 4.000.000 | Wajib untuk susu segar. |
| Blender (Untuk non-kopi) | Rp 500.000 - Rp 1.000.000 | Penting untuk variasi menu. |
| Perintilan Bar (Shaker, Jigger, Milk Jug, Tamper, Knock Box) | Rp 1.500.000 - Rp 3.000.000 | Total dari semua item kecil ini lumayan. |
| Perlengkapan Cuci & Gelas/Cangkir | Rp 2.000.000 - Rp 4.000.000 | Termasuk gelas takeaway. |
Alokasi #2: Biaya "Kandang" (Sewa Tempat & Desain Interior)
Ini adalah pemakan bujet terbesar kedua. Hati-hati di sini. Bujet ideal: Rp 30.000.000 - Rp 45.000.000.
Realitas Biaya Sewa: Teras Ruko vs. Kios Kecil di Dalam Gang
Sewa tempat itu anomali. Di Jakarta Selatan, 40 juta mungkin cuma dapat garasi. Di kota lapis kedua atau ketiga, 40 juta bisa dapat ruko kecil setahun. Ente harus riset pasar lokal.
- Biaya Sewa Tempat (Tahun Pertama): Alokasikan Rp 20.000.000 - Rp 30.000.000.
- Saran gue: Cari tempat yang nggak perlu bayar sewa tahunan. Usahakan negosiasi bayar per 6 bulan, atau bahkan per 3 bulan. Ini sangat membantu cashflow di awal.
Bujet Renovasi & Furniture: Kunci di Angka 15-20 Juta
Dengan sisa bujet di amplop ini (Rp 15-20 juta), ente harus putar otak. Jangan hancurkan semua bangunan. Fokus pada:
- Area Bar: Ini harus fungsional dan bersih.
- Pencahayaan: Lampu hangat bikin suasana nyaman.
- Cat Dinding: Efeknya instan.
- Satu "Instagram Spot": Cukup satu dinding yang dicat beda, dikasih neon sign, atau mural. Ini adalah marketing gratis ente.
- Furniture: Beli meja-kursi bekas atau custom ke tukang las lokal pakai kayu palet. Jauh lebih murah.
Alokasi #3: Biaya "Napas" (Operasional 3 Bulan Pertama)
BANYAK pemula gagal di sini. Duit 100 juta habis semua buat renovasi dan alat. Bulan pertama buka, mereka nggak punya duit buat bayar gaji dan beli susu. Boncos.
Ente WAJIB mengamankan dana napas ini. Jangan diganggu gugat. Bujet ideal: Rp 15.000.000 - Rp 20.000.000.
Gaji 2 Karyawan (Barista + Kasir)
Walaupun ente turun tangan sendiri, minimal butuh 1-2 orang bantuan. Asumsikan UMK di kota kamu Rp 2,5 juta.
Gaji 2 Karyawan x 2 Bulan = 2 x 2.500.000 x 2 = Rp 10.000.000.
(Bulan ketiga dan seterusnya HARUS dibayar dari hasil penjualan).
Stok Bahan Baku Awal (Biji Kopi, Susu, Sirup, Gula Aren)
Untuk stok awal, siapkan Rp 5.000.000 - Rp 7.000.000. Ini mencakup biji kopi house blend, beberapa single origin, susu UHT (banyak!), sirup perasa, gula aren cair, dan bahan baku menu non-kopi (cokelat, matcha, dll).
Alokasi #4: Biaya Administrasi, Marketing, & Tak Terduga
Ini adalah sisa duitnya. Bujet ideal: Rp 10.000.000 - Rp 15.000.000.
Perizinan Usaha (NIB, dll)
Mengurus NIB (Nomor Induk Berusaha) lewat sistem OSS sekarang relatif mudah dan murah, bahkan gratis untuk skala UMK. Siapkan Rp 1.000.000 untuk biaya administrasi lain-lain.
Sistem Kasir (POS) dan Biaya Internet
Zaman sekarang, wajib pakai POS. Jangan pakai kalkulator. Ente butuh datanya. Banyak aplikasi POS bagus (Moka, iReap, Qasir, Majoo) dengan biaya langganan bulanan (Rp 150.000 - Rp 300.000).
Siapkan bujet untuk ini + Internet: Rp 2.000.000 (untuk 6 bulan awal).
Promosi Awal (Endorse Influencer Mikro Lokal)
Gunakan sisa Rp 5.000.000 - Rp 10.000.000 sebagai dana darurat DAN promosi. Undang teman. Undang 5-10 influencer makanan lokal (yang mikro aja, jangan yang makro). Kasih mereka produk gratis, minta review jujur. Ini jauh lebih efektif daripada pasang iklan.
Cerita dari Dapur: "Warung Kopi Mas Bima" (Modal Pas-pasan, Otak Mapan)
Ada cerita menarik dari kawan gue, sebut aja Mas Bima. Dia punya skenario yang sama persis: mengantongi 100 juta dan nekat mau buka kedai kopi. Dia nggak punya pengalaman F&B sama sekali.
Konflik: Duit 100 Juta Cuma Cukup Buat Mesin Espresso ATAU Sewa Tempat Strategis
Mas Bima naksir berat mesin espresso La Marzocco bekas seharga 60 juta. Keren. Gagah. Tapi dia juga nemu lokasi emas di dekat kampus yang biaya sewanya 40 juta setahun. Total 100 juta. Ludes. Dia nggak punya duit lagi buat renovasi, beli grinder, apalagi bayar gaji.
Dia dihadapkan pada pilihan sulit: Punya mesin keren tapi di lokasi jelek, atau punya lokasi keren tapi nggak punya mesin?
Solusi: Memilih Tempat Strategis, Tapi Pakai Alat Manual Brew Dulu
Setelah galau tujuh hari, dia ambil keputusan yang (waktu itu) gue anggap gila. Dia bayar sewa 40 juta. Dia habiskan 20 juta buat renovasi minimalis tapi nyaman. Sisa 40 juta dia pegang erat-erat.
"Mesin kopinya?" tanya gue.
"Pakai V60 sama Vietnam Drip dulu. Mesinnya nanti nyusul," katanya santai.
Dia korbankan ego-nya untuk punya mesin espresso gagah. Dia fokus ke lokasi strategis (mahasiswa) dan cashflow aman (sisa modal 40 juta buat operasional).
Hasil: Membangun Komunitas Loyal, Baru Upgrade Mesin dari Profit
Bulan pertama, kedainya dicap "warung kopi specialty". Dia nggak jual es kopi susu (karena nggak punya mesin). Dia jualnya Kopi Susu Vietnam (pakai drip) dan aneka manual brew. Ajaibnya, mahasiswa suka. Mereka merasa "di-edukasi".
Singkat cerita, kedainya jadi tempat nongkrong favorit. Komunitasnya terbentuk. Delapan bulan kemudian, dari profit yang dia kumpulkan, dia akhirnya beli mesin espresso impiannya. Tanpa utang. Tanpa mengganggu modal awal. Sebuah pelajaran penting: jangan habiskan modalmu untuk egomu.
Pilihan Sulit: Bangun Sendiri dari Nol vs. Ambil Paket Franchise 100 Jutaan
Dengan 100 juta, ente juga ada di persimpangan: bangun brand sendiri (kayak Mas Bima) atau ikut franchise / kemitraan? Banyak banget tawaran franchise kopi susu di bawah 100 juta.
Keuntungan Bangun Brand Sendiri (Total Kontrol Menu & Konsep)
Ini adalah jalur idealis. Ente punya kontrol 100%. Mau jual kopi rasa stroberi? Silakan. Mau cat kedai warna pink? Monggo. Tapi, effort-nya 1000%. Ente harus membangun brand awareness dari nol, cari supplier sendiri, bikin SOP sendiri. Ini berat, tapi kalau berhasil, kepuasannya tak ternilai. Dan profitnya 100% buat kamu.
Keuntungan Ikut Franchise (Sistem Jadi, Nggak Pusing Branding Awal)
Ini adalah jalur praktis. Dengan 100 juta, ente bayar, lalu dapat booth, peralatan, bahan baku awal, dan yang terpenting: MEREK. Ente nggak perlu pusing mikirin resep. Tinggal jualan. Risiko gagal lebih kecil (secara teori), karena sistemnya sudah teruji. Tapi, ente terikat aturan. Nggak bisa ganti menu sembarangan. Dan ente harus bayar royalty fee atau beli bahan baku wajib ke pusat.
Mana yang lebih cocok buat ente?
Tanya ke diri sendiri: Elo ini tipe kreator atau tipe eksekutor? Kalau elo kreatif, idealis, dan suka tantangan, bangun brand sendiri. Kalau elo pragmatis, nggak mau pusing SOP, dan mau sistem yang "tinggal jalan", ambil franchise.
Tips Ngirit Biar Duit Nggak Boncos Sebelum Buka Pertama Kali
Gimana caranya biar alokasi 100 juta itu makin efektif? Ini beberapa tips curang tapi halal.
Seni Prioritas: Beli Alat Bekas (Second) Berkualitas, Kenapa Nggak?
Serius. Banyak coffee shop yang tutup di 6 bulan pertama (jangan sampai itu kamu). Mereka biasanya menjual peralatan mereka (mesin, grinder, kulkas) dengan harga miring. Cek Marketplace Facebook atau forum komunitas. Ente bisa dapat mesin 30 juta di harga 20 juta. Kuncinya: bawa teknisi saat cek barang.
Jangan Renovasi Berlebihan, Fokus di Satu "Instagram Spot" yang Kuat
Udah gue singgung tadi. Nggak perlu seluruh ruangan bagus. Itu mahal. Cukup satu area (dinding, sudut) yang eye-catching buat foto. Sisanya? Cukup bersih, rapi, dan pencahayaannya hangat. Itu udah 80% dari "kenyamanan".
Manfaatkan Sistem POS (Point of Sale) Gratisan atau yang Biaya Langganannya Murah
Di awal, cashflow is king. Kalau ada aplikasi POS yang gratis (meski fiturnya terbatas), pakai itu dulu. Banyak kok, seperti Qasir, iReap Lite, atau Moka/Majoo yang punya paket basic murah. Jangan subscribe paket termahal dulu.
DIY (Do It Yourself) untuk Dekorasi Sekunder
Ngecat tembok? Lakuin sendiri bareng teman. Bikin rak dari kayu palet? Belajar dari YouTube. Hiasan dinding? Pakai tanaman rambat yang murah. Jangan panggil kontraktor interior mahal untuk hal-hal sepele.
Kapan Balik Modal? Ngitung Sederhana Estimasi BEP Coffee Shop
Oke, kita udah keluar 100 juta. Kapan duitnya balik? Mari berhitung.
Simulasi Hitungan Kasar (Target 50 Gelas per Hari)
Ini hitungan optimis tapi realistis untuk kedai kopi kecil:
- Modal Investasi Awal (Investasi): Rp 100.000.000
- Target Penjualan Harian: 50 gelas
- Harga Jual Rata-rata (Kopi Susu, Manual Brew, dll): Rp 20.000
Omzet Bulanan:
50 gelas x Rp 20.000 x 30 hari = Rp 30.000.000
Biaya Operasional Bulanan:
- HPP (Harga Pokok Penjualan): Rata-rata HPP kopi susu itu 30-40% dari harga jual. Kita ambil 35%.
35% x Rp 30.000.000 (Omzet) = Rp 10.500.000 (untuk beli kopi, susu, cup, dll) - Biaya Tetap (Fixed Cost): Gaji 2 Karyawan + Sewa Bulanan + Listrik/Air/Internet
Rp 5.000.000 + (Rp 25.000.000 / 12 bln) + Rp 1.500.000 = Rp 8.580.000
Profit Bersih Bulanan:
Omzet - HPP - Biaya Tetap
Rp 30.000.000 - Rp 10.500.000 - Rp 8.580.000 = Rp 10.920.000
Estimasi BEP (Break Even Point / Balik Modal):
Modal Investasi Awal / Profit Bersih Bulanan
Rp 100.000.000 / Rp 10.920.000 = 9.15 Bulan
Jadi, jika ente bisa konsisten menjual 50 gelas per hari, modal 100 juta itu akan kembali dalam 9-10 bulan. Setelah itu, semuanya adalah profit.
Faktor Penentu Kecepatan BEP (HPP vs. Harga Jual vs. Biaya Operasional)
Kunci BEP cepat ada tiga: Jaga HPP tetap rendah (cari supplier murah tapi berkualitas), jaga harga jual tetap kompetitif (tapi jangan murah-murahan), dan tekan biaya operasional (jangan boros listrik, jangan over-staffed).
Jangan Sampai Terjebak "Perang Harga"
Satu tips terakhir: Jangan pernah ikut perang harga. Kalau kedai sebelah jual 15 ribu, ente jangan ikut-ikutan jual 14 ribu. Ente akan boncos. Percaya sama gue. Jual di harga Rp 20.000 tapi berikan value lebih: tempat lebih bersih, pelayanan lebih ramah, kopi lebih konsisten. Orang akan bayar untuk value.
Penutup
Ujung-ujungnya, 100 juta itu cuma bahan bakar. Angka. Mau 100 juta atau 1 miliar, kalau yang menjalankan nggak punya mental baja, salah alokasi, dan gampang menyerah, ya habis juga.
Tapi dengan 100 juta, ente jelas BISA mulai. Asalkan realistis. Asalkan fokus. Asalkan mau belajar dari cerita Mas Bima untuk mengalahkan ego. Ente nggak perlu punya kedai terbaik di hari pertama. Ente hanya perlu kedai yang BUKA dan bisa bertahan di 6 bulan pertama.
Semoga rincian modal usaha coffee shop 100 juta yang sudah kita preteli ini ngasih ente pencerahan, bukan cuma bikin pusing. Ambil kalkulator elo, mulai bikin RAB versi elo sendiri.
Jadi, kapan coffee shop impian elo buka?

Posting Komentar untuk "Rincian Modal Usaha Coffee Shop 100 Juta"