Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menemukan Produk Low Competition di TikTok Shop

Cara Menemukan Produk Low Competition di TikTok Shop

Cara menemukan produk low competition di TikTok Shop
seringkali terasa seperti mencari jarum di tumpukan jerami yang luas, namun bagi mereka yang jeli, justru di situlah letak seni dan keuntungan besar dari memahami cara menemukan produk low competition di TikTok Shop. Bayangkan ini: Anda membuka toko, memajang barang, dan pembeli datang tanpa menawar sadis karena cuma Anda yang punya barang tersebut. Indah, bukan? Tapi realitanya, banyak Pejuang Cuan yang justru "mati konyol" karena nekat terjun ke pasar yang sudah berdarah-darah.

Saya pernah melihat seorang teman menghabiskan tabungannya untuk stok ribuan hijab instan polos. Hasilnya? Stok menumpuk di gudang, dimakan debu. Kenapa? Karena dia melawan raksasa yang sudah punya ribuan ulasan. Ha ha ha, terdengar klise tapi menyakitkan. Artikel ini bukan sekadar teori, tapi panduan praktis agar Anda tidak bernasib sama.

Mengapa Harus Mencari "Kolam" yang Sepi?

Sahabat Seller, coba bayangkan Anda memancing di kolam kecil yang isinya 50 pemancing, tapi ikannya cuma ada 10. Apa yang terjadi? Sikut-sikutan. Itu adalah gambaran pasar high competition. Sebaliknya, menemukan produk dengan persaingan rendah adalah seperti menemukan danau tersembunyi di mana ikannya lapar dan pemancingnya cuma Anda seorang.

Bahaya Bermain di Red Ocean (Produk Pasaran)

Masuk ke pasar yang sudah jenuh itu melelahkan mental dan dompet. Anda dipaksa membanting harga sampai margin keuntungan setipis tisu. Belum lagi biaya iklan yang makin mahal karena bidding keyword yang tinggi. Jika Anda pemain baru dengan modal pas-pasan, melawan "paus" di lautan merah adalah bunuh diri finansial.

Studi Kasus: Tragedi Perang Harga Seller Casing HP

Mari kita ambil contoh nyata (nama disamarkan). Roni, seorang mahasiswa, melihat di FYP bahwa casing HP bening laku keras. Dia impor 500 pcs. Saat barang sampai, ternyata sudah ada 100 toko lain yang menjual casing sama dengan harga Rp5.000 perak! Roni, yang modalnya Rp7.000, cuma bisa gigit jari. Dia gagal melihat bahwa supply sudah jauh melebihi demand. Nyesek banget.

Riset Manual: Bermodal Ketelitian Tanpa Tools Berbayar

Anda tidak perlu tools seharga jutaan rupiah untuk memulai. Kadang, insting detektif dan ketelatenan jari jempol jauh lebih ampuh.

Memanfaatkan Fitur Search Bar & Autosuggest

TikTok itu pintar. Algoritmanya mencatat apa yang sering diketik orang tapi jarang ditemukan hasilnya. Ini celah emas.

Langkah Teknis Menggali Keyword Tersembunyi

  1. Buka aplikasi TikTok, masuk ke kolom pencarian.
  2. Ketik kata kunci umum, misal: "Baju Kucing".
  3. Jangan tekan enter dulu. Lihat daftar rekomendasi di bawahnya.
  4. Mungkin akan muncul: "baju kucing lucu karakter marvel" atau "baju kucing bahan adem".
  5. Klik salah satu yang spesifik. Jika video teratas yang muncul adalah video lama (lebih dari 3 bulan) atau kualitas videonya burik tapi views-nya lumayan, BINGO! Itu tanda supply-nya kurang.

Analisis Komentar di Video Viral

Jangan cuma nonton videonya, tapi selami kolom komentarnya. Di sana ada suara hati pembeli.

Mendeteksi "Pain Point" yang Belum Terjawab

Carilah komentar bernada keluhan atau pertanyaan yang tidak terjawab. Contoh:

  • "Kak, ada yang ukuran jumbo gak? Susah banget cari ukuran 5XL."
  • "Bahannya bikin gatal gak? Soalnya kulitku sensitif."

Jika Anda melihat banyak orang menanyakan hal yang sama dan kreator menjawab "Belum ada kak", itu adalah lampu hijau. Produk low competition Anda ada di depan mata: Baju ukuran jumbo atau baju hypoallergenic.

Menggunakan Data untuk Validasi (Semi-Advance)

Perasaan sering menipu, tapi data tidak pernah berbohong. Setelah punya ide, validasi dulu biar hati tenang.

Mengintip TikTok Creative Center

Ini adalah senjata gratis dari TikTok yang sering diabaikan. Anda bisa melihat tren hashtag, lagu, dan kreator yang sedang naik daun.

Cara Membaca Grafik Tren yang Belum Puncak

Masuk ke menu "Trends". Cari grafik yang garisnya baru mulai menanjak, bukan yang sudah datar di atas atau malah menurun. Produk low competition biasanya berada di fase awal tren (Early Adopters). Jika semua orang sudah membicarakannya (seperti Lato-lato pada masanya), itu tandanya Anda sudah terlambat. Cari yang grafiknya "hangat kuku", belum "mendidih".

Membedakan Seasonal Trend vs Evergreen

Hati-hati terjebak tren musiman. Baju lebaran cuma laku saat puasa. Tapi, "peralatan dapur estetik anak kos" laku sepanjang tahun. Produk kompetisi rendah yang terbaik adalah yang punya napas panjang, bukan yang meledak sesaat lalu hilang ditelan bumi.

Kriteria Emas Produk Low Competition

Warga TikTok Shop, catat ini baik-baik. Produk yang layak jual minimal harus memenuhi parameter berikut agar Anda tidak boncos di ongkir retur.

Rumus "High Demand, Low Supply"

Terdengar sederhana, tapi praktiknya butuh kejelian. Anda mencari produk yang dicari 1.000 orang, tapi yang jual baru 2 toko.

Checklist Indikator Produk Potensial

  • Kompetitor Sedikit: Saat dicari, toko yang relevan di tab "Shop" kurang dari 10 akun yang terverifikasi bagus.
  • Engagement Tinggi di Konten Amatir: Ada video review produk tersebut yang direkam asal-asalan, gelap, tanpa edit, tapi likes-nya ribuan. Ini artinya produknya yang menarik, bukan editan videonya.
  • Margin Sehat: Memungkinkan Anda mengambil untung minimal 30-50% setelah potong biaya admin TikTok.
  • Solusi Spesifik: Bukan "Obat Jerawat" (terlalu umum), tapi "Sabun punggung untuk pria aktif".

Kesalahan Fatal Saat Riset Produk

Banyak pemula jatuh di lubang yang sama. Jangan sampai Anda jadi korban berikutnya.

Terjebak Bias Pribadi ("Menurut Saya Bagus")

"Wah, tas ini warnanya norak banget, pasti gak laku." Eits, tunggu dulu. Selera Anda bukan representasi pasar. Bisa jadi warna norak itu justru dicari oleh komunitas retro atau pecinta gaya nyentrik.

Data vs Perasaan: Siapa Pemenangnya?

Selalu menangkan data. Jika data pencarian menunjukkan kata kunci "tas warna neon" meningkat 200%, lupakan selera pribadi Anda. Juallah apa yang pasar minta, bukan apa yang ingin Anda lihat di lemari sendiri. Bisnis itu soal angka, bukan soal ego.

Langkah Konkret Memulai Hari Ini

Sudah paham teorinya? Sekarang saatnya eksekusi. Jangan biarkan ilmu ini menguap begitu saja.

Mulailah dengan meluangkan waktu 30 menit malam ini. Buka HP, siapkan catatan. Gali masalah-masalah kecil di sekitar Anda. Mungkin itu alat pembersih sela-sela jendela, atau mainan edukasi anak yang tidak berisik. Ingat, harta karun itu seringkali terkubur di tempat yang tidak terlihat oleh keramaian. Kejelian Anda dalam menerapkan cara menemukan produk low competition di TikTok Shop adalah kunci pembuka pintu rezeki yang selama ini tertutup rapat.

Posting Komentar untuk "Cara Menemukan Produk Low Competition di TikTok Shop"