Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Aplikasi Screening Saham untuk Value Investing

Tangan investor memegang smartphone yang menampilkan antarmuka aplikasi screening saham dengan data fundamental PER dan PBV, di samping buku catatan berisi kriteria value investing dan laptop yang membuka berita finansial

Pernah nggak sih kamu merasa pusing melihat ada lebih dari 900 emiten yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)?

Saya pernah. Dulu, rasanya seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Saya buka laporan keuangan satu per satu, menghitung rasio secara manual, dan hasilnya? Mata lelah, kepala pening, dan portofolio malah merah.

Tapi, permainan berubah total ketika saya mulai memanfaatkan teknologi dengan benar. Bukan sekadar ikut-ikutan grup Telegram berbayar, tapi menggunakan aplikasi screening saham untuk value investing yang bisa menyaring "sampah" dan menyisakan emas permata untuk kita analisa lebih lanjut.

Kalau kamu investor ritel yang punya pekerjaan tetap, mengurus keluarga, dan nggak punya waktu melototin running trade dari jam 9 pagi sampai jam 4 sore, artikel ini buat kamu.

Kita akan bongkar alat tempurnya. Kita akan bahas strateginya.

Kenapa Screening Manual Itu 'Bunuh Diri' Waktu

Jujur saja, waktu adalah aset investasi kita yang paling mahal.

Value investing itu seni membeli barang seharga Rp10.000 dengan harga Rp5.000. Sederhana konsepnya, tapi sulit eksekusinya karena pasarnya luas banget. Kalau kamu mencoba membedah 900+ laporan keuangan satu per satu, keburu tua sebelum kaya.

Di sinilah peran vital aplikasi screening saham untuk value investing. Alat ini bukan penentu keputusan, tapi dia adalah "satpam" yang bertugas menolak masuk perusahaan-perusahaan busuk ke dalam radar pantauan kita.

Ingat, tujuan kita bukan trading harian cari 1-2%.

Kita mencari perusahaan bagus yang sedang salah harga. Perusahaan yang punya fundamental kokoh tapi sedang diabaikan pasar. Dan percayalah, komputer jauh lebih cepat menemukan anomali angka dibanding mata manusia.

Settingan Wajib: Apa yang Kita Cari?

Sebelum download aplikasinya, kita harus tahu dulu apa yang mau dicari. Ibarat mau masak, screener itu pisaunya, tapi resepnya harus ada di kepala kamu.

Banyak pemula salah kaprah. Mereka asal centang filter tanpa paham filosofinya. Hasilnya? Terjebak di saham value trap—saham yang kelihatan murah, padahal memang murahan karena mau bangkrut.

Filosofi kita berkiblat pada legenda. Siapa lagi kalau bukan Warren Buffett. Beliau mengajarkan kita untuk mencari kualitas bisnis di harga diskon, bukan sekadar harga murah.

Parameter Dasar yang Saya Gunakan

Biasanya, saya akan memasukkan filter ini ke dalam aplikasi:

  • PER (Price to Earning Ratio) < 10x: Saya mau balik modal investasi saya dalam waktu kurang dari 10 tahun (secara teori).
  • PBV (Price to Book Value) < 1x: Membeli di bawah nilai buku. Ini diskon yang nyata.
  • ROE (Return on Equity) > 10-15%: Ini kuncinya. Murah saja tidak cukup. Perusahaan harus jago mencetak laba dari modal yang mereka punya.
  • DER (Debt to Equity Ratio) < 1x: Utang harus aman. Kita nggak mau beli perusahaan yang kerjanya cuma buat bayar bunga bank.

Kombinasi empat hal di atas adalah saringan pertama yang sangat ampuh.

Review Jujur: Aplikasi Screening Saham untuk Value Investing yang 'Warung Sebelah' Gak Punya

Sekarang masuk ke dagingnya. Ada banyak aplikasi di luar sana, tapi mana yang paling ramah buat investor penganut mahzab fundamental? Ini berdasarkan pengalaman pakai saya pribadi.

1. Stockbit (The All-Rounder)

Kalau kamu suka tampilan visual yang enak dipandang, Stockbit adalah juaranya. Fitur Screener mereka salah satu yang paling lengkap di Indonesia.

Kenapa Cocok Buat Value Investor?
Mereka punya preset yang bisa kamu modifikasi. Kamu bisa bikin formula sendiri. Misalnya, kamu mau cari saham yang "Revenue Growth 3 Tahun > 10%" DAN "PBV < 0.8". Stockbit bisa melakukan itu dalam hitungan detik.

Kekurangannya? Fitur screener pro-nya berbayar. Tapi bagi saya, biaya langganan itu investasi leher ke atas yang sangat murah dibanding kerugian beli saham gorengan.

2. RTI Business (Sahabat Gratisan Terbaik)

Siapa yang nggak kenal aplikasi legendaris ini? Tampilannya mungkin agak "jadul", tapi datanya real-time dan gratis.

Fitur Mover dan Financials di RTI memang bukan screener otomatis yang canggih. Tapi untuk cek cepat fundamental 5 tahun terakhir (EPS Growth, Dividend History), RTI masih jadi andalan saya saat sedang di jalan atau antre di kasir.

3. Simply Wall St (Visualisasi Data Tingkat Dewa)

Buat kamu yang benci banget lihat tabel angka excel yang bikin pusing, aplikasi ini penyelamat. Mereka mengubah data fundamental yang rumit menjadi infografis "Snowflake".

Fitur Killer:
Mereka punya hitungan Intrinsic Value otomatis (berdasarkan Discounted Cash Flow). Jadi kamu bisa langsung lihat, apakah harga saham saat ini Undervalued atau Overvalued.

Catatan Kritis: Jangan telan mentah-mentah hitungan "Fair Value" mereka. Jadikan itu sebagai opini kedua, bukan patokan harga mati.

Awas! Jangan Terjebak Angka Murahan (Value Trap)

Ini bagian yang sering bikin investor pemula nangis di pojokan.

Kamu sudah pakai aplikasi screening saham untuk value investing, muncul saham dengan PER 3x dan PBV 0,3x. Wah, murah banget kan? Langsung Hajar Kanan (HAKA)?

Tunggu dulu.

Seringkali, saham dihargai sangat murah karena memang ada masalah fundamental yang serius. Mungkin manajemennya korup? Mungkin sektor bisnisnya sudah sunset (mau mati)? Atau ada utang jumbo yang jatuh tempo sebentar lagi?

Checklist Anti-Boncos Setelah Screening:

  • Cek GCG (Good Corporate Governance): Apakah pemiliknya jujur? Cek berita lama di Google.
  • Cek Arus Kas Operasi: Labanya beneran duit masuk (Cashflow positif) atau cuma angka di kertas (Piutang)?
  • Cek Dividen: Apakah mereka rutin bagi dividen? Dividen adalah bukti nyata laba itu riil.

Ingat kata Warren Buffett, lebih baik membeli perusahaan luar biasa dengan harga wajar, daripada perusahaan "ampas" dengan harga murah.

Mini Studi Kasus: Menemukan Mutiara di Lumpur

Mari saya cerita sedikit pengalaman nyata.

Beberapa tahun lalu, sektor batubara sedang dibenci pasar. Semua orang teriak "ESG", "Kiamat Batubara", dan harga saham rontok. Saya iseng buka aplikasi screening.

Saya set filter: Yield Dividen > 10% dan PBV < 0.8.

Muncul beberapa nama besar. Fundamentalnya masih bagus, laba masih triliunan, tapi harga sahamnya hancur karena sentimen sesaat. Di situlah margin of safety bekerja.

Saya masuk perlahan. Tahan napas saat harga masih turun sedikit, tapi saya tidur nyenyak karena tahu data fundamentalnya solid. Setahun kemudian? Ketika harga komoditas naik, saham-saham itu terbang bagai roket.

Tanpa aplikasi screening, mungkin saya akan melewatkan peluang itu karena sibuk ngikutin berita yang menakut-nakuti.

FAQ: Yang Sering Ditanyakan Pemula

Q: Apakah aplikasi berbayar menjamin cuan?
A: Sama sekali tidak. Aplikasi cuma alat bantu. Keputusan jual/beli tetap ada di tangan dan analisismu. Pisau yang tajam di tangan koki akan jadi makanan enak, di tangan orang ceroboh malah melukai.

Q: Seberapa sering saya harus melakukan screening?
A: Sebagai value investor, kamu nggak perlu screening tiap hari. Seminggu sekali atau saat rilis Laporan Keuangan (tiap kuartal) sudah cukup. Nikmati hidupmu.

Q: Apa indikator paling penting di screener?
A: Kalau dipaksa pilih satu, saya pilih ROE (Return on Equity). Karena pada akhirnya, kita mau uang kita dikelola oleh manajemen yang pintar melipatgandakan modal.

Apa Langkah Selanjutnya?

Sekarang kamu sudah tahu senjatanya. Kamu sudah tahu strateginya.

Jangan biarkan informasi ini cuma numpuk di kepala. Coba download salah satu aplikasi di atas (bahkan yang versi gratisan pun oke), lalu mulai mainkan filternya.

Cari perusahaan yang punya utang rendah, laba konsisten, dan dihargai murah oleh pasar. Mungkin kamu nggak akan menemukannya hari ini. Mungkin minggu depan juga belum ketemu. Tapi ketika "klik" itu terjadi, dan kamu menemukan satu emiten berlian yang tersembunyi, rasanya luar biasa memuaskan.

Investasi itu maraton, bukan lari sprint. Gunakan aplikasi screening saham untuk value investing ini sebagai asisten pribadimu untuk mencapai garis finis finansial yang lebih baik.

Selamat berburu emiten mutiara!

Posting Komentar untuk "Aplikasi Screening Saham untuk Value Investing"